Kumpulan alat analisis dan diagnosa keamanan jaringan untuk developer, administrator sistem, dan analis keamanan.
Analisis teknologi website secara mendalam untuk mendeteksi framework (React, Vue, Laravel), server (Nginx, Apache), CMS (WordPress), bahasa pemrograman, serta verifikasi kelengkapan header keamanan HTTP (CSP, HSTS, XSS Protection, X-Frame-Options) guna mencegah serangan clickjacking dan scripting.
Pindai kerentanan keamanan kritis pada aplikasi web Anda secara otomatis. Alat ini memeriksa konfigurasi SSL lemah, proteksi CORS, cookie yang tidak aman, paparan direktori sensitif, serta memberikan saran mitigasi taktis berbasis standar keamanan industri.
Temukan seluruh subdomain terdaftar dari domain target secara instan menggunakan metode pasif Certificate Transparency (CT) logs. Aman digunakan karena tidak melakukan kontak langsung (non-intrusif) ke server target sehingga tidak memicu alarm keamanan.
Lacak propagasi dan nilai DNS record (A, AAAA, MX, CNAME, TXT, NS) secara global dari berbagai server DNS di benua Asia, Amerika, Eropa, hingga Australia. Sangat berguna untuk memverifikasi perubahan DNS yang baru Anda lakukan.
Periksa validitas sertifikat SSL/TLS, masa kedaluwarsa, kekuatan enkripsi cipher, data Certificate Authority (CA) penerbit, serta kelengkapan rantai sertifikat (chain of trust) untuk menghindari peringatan 'koneksi tidak aman' pada browser pengunjung.
Periksa integritas konfigurasi ekstensi keamanan DNS (DNSSEC) pada domain target. Alat ini menganalisis rantai tanda tangan kriptografis dari DS record, DNSKEY, hingga RRSIG untuk memastikan domain Anda aman dari serangan DNS spoofing dan hijacking.
Ambil informasi registrasi resmi domain target, termasuk tanggal registrasi, tanggal kedaluwarsa, registrar resmi, status domain, nama server (NS), serta detail kontak administrative/technical untuk memeriksa kepemilikan dan ketersediaan domain.
Pindai port jaringan standar (seperti FTP, SSH, HTTP, HTTPS, MySQL, dll.) pada target IP atau domain eksternal secara real-time untuk mengidentifikasi layanan yang aktif dan mendeteksi potensi port administratif yang terekspos.